DATANG HEARING DAN MA NYOOO

Ketua-Ketua UGreen
masih ragu dateng HEARING DAN MUSYAWARAH ANGGOTA
cekidot dulu gan videonya

Saya melihat trend ini kedepannya akan sangat baik karena dapat mengurangi

Hey ho Greeners, yuk ikutan FIM 12. Penjelasan dan Persyaratan nya ada di link berikut http://forumindonesiamuda.org/fim-12/
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=pyyCGWGYEFE
Miranda Kerr to host yoga class for Earth Hour
The supermodel is once again named ‘Global Earth Hour Ambassador’ ahead of switch off on March 31.
Setiap tiga hari, ITB “menebang” satu pohon pinus untuk memenuhi kebutuhan kertasnya karena 1 pohon pinus hanya menghasilkan 80.500 lembar kertas. Dan untuk membuat 1 kg kertas dibutuhkan 17 galon air yang setara dengan 324 liter air.
Pernyataan tersebut dapat dilihat di pameran Envirovolution, 10 Maret 2012. Suatu pameran yang diselenggarakan Unit Lingkungan Hidup, U-Green ITB dan merupakan penutup serangkaian event Envirovolution 2012. Event yang tepat sasaran karena diadakan menjelang kenaikan harga BBM bulan April 2012. Dimana masyarakat harus mengencangkan ikat pinggang sehubungan dengan melambungnya harga-harga, kenaikan tarif daya listrik (TDL) dan biaya transportasi.
Semua saling berhubungan. Biaya tinggi memproduksi kertas saling berkelindan antara biaya bahan baku, biaya proses, biaya transportasi hingga sering melupakan satu hal penting: biaya lingkungan. Karena harga kertas per lembar tidaklah mencerminkan harga sesungguhnya. Ada pasokan oksigen yang terenggut. Ada keanekaragaman hayati yang hilang. Semuanya tidak bisa dikalkulasi karena prinsip dagang bertolak belakang dengan prinsip lingkungan.
Sehingga kata “menebang” yang disematkan bagi ITB bukan sekedar hiperbolis. Tetapi untuk mengingatkan. ITB dan beberapa perguruan tinggi negeri yang telah mulai menghemat kertas dalam berbagai proses administrasinyapun ternyata masih belum terlepas dari “dosa menebang pohon”.
Apalagi instansi pemerintah dan lembaga swasta, dosa ekologis mereka pastilah jauh lebih besar. Mengingat kebijakan mereka yang belum berubah dalam menghambur-hamburkan kertas. Contohnya tanda penyetoran uang suatu bank swasta di bawah ini.
Karena itu sungguh tepat tema yang diusung U-Green tahun ini, yaitu diet energy. Dimulai dari Workshop Diet Energy dari tanggal 5 hingga 8 Maret 2012, dan ditutup dengan Pameran Envirovolution serta Seminar Diet Energy pada tanggal 10 Maret 2012 dengan narasumber wakil menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo yang berbagi mengenai “ Cadangan Energy Indonesia dan Tantangan ke Depan”. Urbanis, Marco Kusumawijaya dengan topic “Green Building and Green City” serta EECCHI (Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia) yang berbagi kiat “Diet Energy melalui Aktivitas Sehari-hari”.
Diet energy? Apakah itu? Diet energy adalah suatu gerak langkah yang terukur dan terstruktur yang merupakan suatu pilihan untuk kondisi lingkungan yang lebih baik. Mungkin seperti diet kalori yang harus dilakukan seseorang untuk menjaga kesehatannya. Demikian juga diet energy. Bedanya seseorang yang melakukan diet energy, tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.
Sebagai contoh, sekelompok mahasiswa yang berdomisili dikawasan sama dan terbiasa menggunakan kendaraan pribadi menuju kampus, baik kendaraan roda empat maupun roda dua. Aksi diet energy mereka akan sangat bermanfaat apabila mereka mau beramai-ramai hanya menggunakan satu/dua kendaraan roda empat. Apalagi apabila mereka memilih menggunakan angkutan umum. Atau bersepeda dan berjalan kaki ke kampus. Tentu saja itu yang terbaik. Hasilnya lebih maksimal. Mungkin apabila dianalogikan diet kalori itu berarti pengurangan bobot tubuh sebanyak 10 kg/bulan (kebanyakan nggak ya?) ^_^
Hasil signifikan akan terasa apabila semua warga kota menyadari hal tersebut. Jarak 100 hingga 200 meter cukup ditempuh dengan berjalan kaki, tidak usah naik angkutan umum apalagi mobil/sepeda motor pribadi. Jangan hanya mengandalkan pohon sebagai penyerap karbondioksida, tetapi diet energy mutlak dilakukan. Cadangan energy kian menipis. Produksi bioenergi masih terbentur biaya tinggi dan ancaman lahan terbatas yang akan “berebut” dengan lahan pangan.
Ada berbagai fakta menarik lainnya yang diusung pameran Envirovolution kali ini, yaitu ada 2 tempat di samudera Pasifik yang penuh sesak olah sampah dan banyaknya seluas benua Amerika!
U-Green juga mengungkapkan fakta bahwa setiap jamnya, 1.732,5 hektar hutan hilang hanya untuk bahan baku kertas. Menyikapi kepedulian terhadap kehancuran hutan, U-Green mempunyai unit mendaur ulang kertas bekas dan menuliskan pesan-pesan lingkungan diatas kertas daur ulang tersebut.
Hanya itu? Tentu saja tidak. Seiring ditutupnya event Envirovolution diharapkan ada kelanjutan langkah. Karena itulah judul tulisan ini Envirovolution ( 2012 ).
Envirovolution harus dilakukan secara berkesinambungan ketika kita menyadari penghancuran alam yang dilakukan oleh manusia sendiri. Gerakan perubahan kearah lingkungan yang lebih baik tidak ada artinya apabila hanya dilakukan di suatu event di tahun 2012. Tapi harus selamanya. Selama bumi berputar dan manusia sebagai mahluk hidup memerlukan mahluk hidup lainnya yaitu fauna dan flora. Relasi itu harus berbentuk persahabatan, tidak sekedar transaksi jual beli.
Relasi tersebut juga berlaku antara manusia dengan benda mati. Tanah yang subur dan terpelihara karena mahluk hidup diatasnya saling menjaga akan memberikan manfaat berlipat bagi umat manusia. Tapi berbalik menjadi malapetaka ketika area tanah tersebut menjadi tempat penimbunan sampah dan pohon-pohon yang berdiri tegak diatasnya ditebang bahkan dibakar.
Ingin berperan serta dalam diet energy? Mulailah dari hal terkecil, misalnya memilih pangan lokal. Bukan semata karena romantisme aku cinta Indonesia, tapi pangan lokal menghabiskan energy lebih kecil dalam pendistribusiannya dibanding pangan impor. Mulailah mencabut semua peralatan listrik langsung dari sumbernya (kecuali refrigerator). Tidak hanya menghemat energy tapi juga tindakan preventif dari kemungkinan kebakaran akibat arus pendek. Selebihnya klik disini.
Selain itu kita juga bisa menyiasati kondisi rumah agar tetap sejuk tanpa harus menggunakan pendingin udara. Tulisan tentang green building menyusul, karena kemarin penulis memilih mengikuti Kompasiana Blogshop N5M daripada ceramah pak Marco Kusumawijaya mengenai green building and green city. ^_^.
Penulis juga tidak bisa mengikuti workshop diet energy. Jadi? Sekian dulu ……..mau bongkar file untuk tulisan berikutnya. ^-^
**Maria Hardayanto**




BANDUNG, itb.ac.id - Didasari atas kesadaran mulai berkurangnya sumber-sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, U-Green menggelar workshop bertemakan “Diet Energi”. Bertempat di Ruang Baca Gedung Campus Center Barat, workshop yang dilaksanakan pada Senin, Selasa, dan Kamis (05-06, 08/03/12) ini merupakan bagian dari rangkaian acara Envirovolution yang merupakan acara bianual U-Green.
Pada tahun ini, “Action for Responsibility Behaviour” diangkat sebagati tajuk acaranya. Tema besar ini dipilih untuk menanggapi masalah ketidakpedulian manusia akan penggunaan energi yang sejatinya merupakan sumber utama pendukung kegiatan sehari-hari. Workshop ini menghimbau para pesertanya untuk melakukan gerakan Diet Energi. Diet Energi merupakan gerakan perubahan untuk menjadi pengguna energi yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Kami ingin menggugah tanggung jawab masing-masing individu terhadap lingkungan kita sendiri; dalam hal ini melalui penggunaan energi dengan bijaksana,” cetus Amalia Handini Astari (Teknik Kelautan 2010), Ketua Penyelenggara Workshop Diet Energi. Amalia juga menambahkan bahwa ia berharap massa kampus dapat bertanggung jawab akan lingkungan kampus mereka sendiri dalam setiap aksinya.
Hadirkan Penggagas Jaringan Komunikasi Bandung Bijak Energi
Christian Natalie (Teknik Lingkungan 2006) hadir sebagai pembicara utama dalam workshop ini. Christian merupakan Ketua Earth Hour Bandung dan salah satu pendiri Jaringan Komunikasi Bandung Bijak Energi (JKBBE). Selain itu, Christian juga tergabung dalam Greeneration Indonesia, suatu komunitas usaha sosial yang menawarkan gaya hidup ramah lingkungan melalui produk-produk dan program yang dikenalkannya.
Dalam workshop ini, Christian memaparkan fakta-fakta menarik berupa angka-angka penggunaan daya listrik dan biayanya. Angka-angka yang dipaparkannya merupakan penggunaan daya listrik yang sering disia-siakan tanpa kita sadari setiap harinya. Para peserta cukup dibuat tercengang dengan fakta-fakta yang selama ini disepelekan, salah satunya adalah penggunaan standby power. Penggunaan standby power pada alat-alat elektronik sehari-hari berujung pada pemborosan daya dan biaya listrik yang jumlahnya tidak kecil.
Beberapa kiat sederhana untuk menghemat listrik diberikan oleh Christian; diantaranya melepas kabel alat-alat elektronik dari sumber listrik jika tidak digunakan, mengeset saklar dalam keadaan mati jika tidak dibutuhkan, menggunakan produk-produk elektronik berteknologi hemat energi, dan kiat-kiat sederhana lainnya yang dapat diaplikasikan dengan mudah.
“Semoga dengan mengikuti workshop ini, kami dapat mengajak orang-orang untuk berperilaku bijak dengan lingkungan sekitar kita, terutama bagi mahasiswa ITB sendiri. Mahasiswa ITB sebaiknya mulai peduli dengan lingkungan, terlebih lagi dengan konsep eco-campus yang tengah dikembangkan ITB saat ini,” tutup Amalia.

UGreen mempersembahkan
WORKSHOP DIET ENERGI
SENIN, SELASA, KAMIS
5, 6, 8 Maret 2012
16.15 – 18.30
Ruang Baca CC Barat
dalam rangkaian
ENVIROVOLUTION 2012 dan EARTH HOUR 60+
#GRATIS#
Agenda:
1. Latar belakang hemat energi
2. Fakta seputar energi dan pemakaiannya
3. Upaya dan pelatihan penghematan energi
Fasilitator:
1. JKBBE
2. Greeneration Indonesia
3. Earth Hour 60+
SETIAP PESERTA AKAN MENDAPATKAN SERTIFIKAT
REGRISTRASI: VIA SMS KE NANDA (085643252737)
Salam hijau,
@UGreen_ITB
ugreen.itb.ac.id
